Sabtu, 22 Oktober 2011

makalah pengetahuan lingkungan

LAPORAN PENELITIAN
“Pengelolaan kebersihan lingkungan dalam upaya menciptakan kenyamanan proses belajar di Asrama BHO Puteri”

Diajukan Untuk Memenuhi tugas UAS mata kuliah pengetahuan lingkungan










                                                           

                                                           
                                                            Disusun oleh   
Nama                                                  :Yanti Siti Diyanti
                                        NIM                         : 1209208083
Jurusan/smt/kelas                : Pendidikan Kimia/III/B
                                        Fakultas      : Tarbiyah dan Keguruan





UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2011




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat  Ilahi Rabbi atas karunia Iman dan Islam. Shalwat serta salam semga senantiasa tercurah limpahkan kepada nabiyana wa habibana Muhammad saw.
Alhamdulillah, dengan waktu yang relatif singkat penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul “Pengelolaan kebersihan lingkungan dalam upaya menciptakan kenyamanan proses belajar di Asrama BHO Puteri”.
Penulis berharap, hasil penelitian ini dapat dijadikan suatu gambaran bagaimana cara pengelolaan kebersihan di lingkungan asrama. Penulis menyadari bahwa penelitian ini sangatlah jauh dari kata sempurna.Oleh karenanya, kritik dan saran yang sifatnya membangun amat sangat penulis harapkan.
Akhirnya, semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis.
Wassalamualaikum Wr.Wb





Bandung,4 Januari 2011


Penulis   














BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang Masalah
Kebersihan merupakan salah satu indikator keberhasilan belajar.Lingkungan yang asri dan suasana yang kondusif menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.Namun terkadang, perbedaan karakter individual menjadi salah satu fakor penghambat dalam mewujudkan asrama yang bersih dan nyaman.
Berbagai hal seperti polusi suara juga kerap mewarnai kehidupan berasrama, proses sosialisasi menjadi faktor lain yang mempengaruh kekondusifan dan keberjalanan pengelolaan kebersihan lingkungan asrama.
Berdasarkan hal tersebut, penulis mengambil judul “pengelolaan kebersihan dalam upaya menciptakan kenyamanan proses belajar di lingkungan asrama BHO Puteri”. Di sini, penulis mengambil objek penelitian di Asrama BHO puteri yang beralamat di Jalan Desa Cipadung No. 37, kelurahan Cipadung kecamatan cibiru, kota Bandung.
B.                 Rumusan masalah
1.      Bagaimanakah manajemen pengelolaan kebersihan di Asrama BHO Puteri?
2.      Bagaimanakahcara menciptakan lingkungan asrama yang kondusif?
C.                 Prosedur pemecahan masalah
1.      Melakukan observasi langsung di Asrama BHO Puteri
2.      Melakukan wawancara pada warga Asrama BHO Puteri
D.                Sistematika uraian
Makalah ini terdiri dari tiga bab, diantaranya : Bab I yakni pendahuluan, bagian ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, prosedur pemecahan masalah serta sistematika uraian. Bab II yakni pembahasan, bagian ini berisi pemaparan hasil observasi yang telah dilakukan.Dan Bab III yakni Penutup yang terdri dari simpulan dan saran.









BAB II
PEMBAHASAN

A.                Manajemen pengelolaan kebersihan lingkungan di Asrama BHO Puteri
Asrama BHO Puteri terletak di jalan desa cipadung, cibiru, Bandung.Seperti asrama lainnya, asrama ini dihuni oleh para Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berasal dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia.
Asrama BHO Puteri terdiri dari 46 kamar, dengan penduduk sekitar 60 orang.Dengan penghuni yang begitu banyak, asrama ini cukup mampu memelihara kebersihan lingkungannya.Terlihat dari kebersihan lantai dan lingkungannya.
Ada beberapa hal yang menjadi faktor penunjang terpeliharaya kebersihan lingkungan, diantaranya :
a.       Adanya  kepengurusan
Dengan banyaknya penghuni, asrama dikelola oleh organisasi dengan masa kepengurusan selama satu tahun.Pembentukan kepengurusan biasanya dilaksanakan ketika masa penerimaan mahasiswa baru di kampus UIN.Proses Ta’aruf mengawali perjalanan kepengurusan.
Organisasi Asrama ini terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, seksi kebersihan, seksi kerohanian dan seksi keamanan.Semuanya bekerja menunaikan amanahnya demi tercapainya kehidupan berasrama yang kondusif, nyaman dan religius.
Semua komponen asrama berperan sangat penting demi terciptanya lingkungan yang bersih, karena tanpa kesadaran masing-masing pihak, hal ini tidak akan tercapai. Seksi kebersihan bertugas menyediakan alat-alat kebersihan seperi sapu, lap pel, sikat kamar mandi dan pembersih lantai.Selain itu, seksi kebersihan bertugas membuat jadwal piket yang terdiri dari piket ruangan dan piket WC.Setelah semuanya tersedia, dibutuhkan kesadaran dari masing-masng penghuni asrama untuk melaksankan tugas piketnya.selain itu, seksi jebersihan bersama warga asrama lainnya saling mengingatkan untuk melaksanakan piket harian. Jika ada warga asrama yang melanggar, makaakan dikenai snksi yakni membayar denda sebanyak lima ribu rupiah.
Berdasarkan hasil observasi, sekitar 85 % warga asrama bersedia melaksanakan peraturan itu, hanya beberapa orang saja yang terkadang enggan untuk melaksanakan piket dengan alasan mengerjakan tugas atau malas. Mekanisme sanksi juga tidak sepenuhnya terlaksana karena adanya rasa segan kepada orang yang melakukan pelanggaran, terlebih jika mahasiswi tersebut adalah orang yang lebih senior.Oleh karenanya, diperlukan suatu ketegasan dalam hal ini karena kebershan merupakan hal yang sangat penting dan manfaatnya akan kita rasakan sendiri. Jika lingkungan bersih maka warga asrama akan terbebas dari berbagai penyakit yang disebabkan karena lingkungan yang kotor, suasana belajar pun akan lebih nyaman.
b.      Pengelolaan sampah
Sampah merupakan salah satu masalah yang penyelesaiannya membutuhkan suatu kesadaran. Setiap manusia setiap harinya menghasilkan sampah, seperti sampah sisa makanan, botol minuman, sampah rumah tangga(sabun, detergen,kemasan pasta gigi) dan lain sebagainya. Semakin banyak manusia, masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah semakin meningkat.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga asrama agar tebebas dari sampah, diantaranya :
·      Masing-masing kamar memiliki satu tempat sampah
·      Adanya jadwal pembuangan sampah.
                  Di Asrama BHO Puteri, pembuangan sampah dilakukan sebanya dua kali dalam satu  minggu yakni pada hari senin dan kamis. Sampah dikumpulkan di depanasrama, kemudian akan diangkut oleh petugas.Hal ini memberikan dampak yang positif karena dapat menumbuhkan sikap disiplin pada diri warga asrama. Karena ketika ia lupa untuk membuang sampah pada hari yang telah ditentukan maka ia harus menyimpannya sampai tiba hari pembuangan sampah selanjutnya atau membuang sampah sendiri ke tempat pembuangan sampah. Biasanya banyak warga asrama yang memilih menyimpannya hingga hari pembuangan sampah selanjutnya tiba. Hal itu seringkali membuat efek jera karena sampah yang dibiarkan biasanya membusuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga selanjutnya warga yang berlaku demikian akan lebiih rajin lagi membuang sampah.
c.       Pengelolaan halaman asrama
            Halaman asrama menyatu dengan halaman pemilik asrama, untuk menjaga keaasrian halaman biasanya ada beberapa orang warga asrama yang ditugaskan untuk memelihara kebersihan halaman, diantaranya bertugas untuk menyirami tanaman hias, memelihara kebersihan lantai dan menyapu halaman.Semuanya menjadikan asrama tampak asri.
d.      Peran pemilik Asrama
            Pemilik asrama dalam hal ini pak Burhanudin beserta istri amat sangat berperan dalam mewujudkan kebersihan lingkungan, bimbingan dan arahan kepada para warga asrama dapat menjadi sebuah motivasi.Karena pemilik asrama tak ubahnya seperti orang tua yang bertugas membimbing dan menjaga warga asramanya.
e.       Menjaga kebersihan
            Setelah semuanya terorganisir dengan baik, maka cara yang dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan asrama adalah dengan menerapkan peraturan dimana sandal/sepatu yang dipakai diluar tidak boleh dipakai didalam asrama. Oleh karenanya, di dipintu gerbang asrama disediakan rak sepatu sebagai tempat penyimpanannya.Dan ketika di dalam asrama, warga asrama menggunakan sandal khusus untuk di rumah.Hal ini dilakukan demi menjaga kebersihan lantai asrama.Terkadang, kita sebagai warga asrama seringkali lupa maka dari itu budaya saling mengingatkan sangatlah perlu dilakukan.
B.     Lingkungan Asrama yang kondusif
            Permasalahan yang paling sering ditemukan di asrama adalah sukarnya menciptakan suasana asrama yang kondusif khususnya untuk mendukung belajar.Perbedaan karakter menjadi salah satu hal yang menjadi faktor utama.Untuk mengatasi hal tersebut, pengurus asrama sering mengadakan acara guna merekatkan tali silaturahim antar sesama warga asrama misal, liburan bersama.Selain itu ruang televisi juga dapat digunakan sebagai tempat berkumpulnya warga asrama yang dapat digunakan sebagai sarana bersosialisasi. Namun, terkadang beberapa warga asrama yang tidak mengindahkan aspek kenyamanan sehingga mengganggu orang lain. Misal, volume televisi/radio yang terlalu besar.
            Dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif, diberlakukan tata tertib asrama yang berkaitan dengan batas kunjung tamu dan hal lainnya. Biasanya proses sosialisasi mengenai tata tertib selalu dilakukan di awal tahun ajaran baru. Tata tertib tersebut haruslah ditaati demi terciptanya lingkungan yang nyaman dan kondusif.
            Pembina asrama selalu menekankan kepada semua warga asrama agar senantiasa menjaga keharmonisan dengan teman-temannya.Dan saling memahami serta saling memotivasi dalam proses belajar. Suasana religius berusaha diciptakan dengan adanya pengajian rutin selama dua minggu sekali.Selain itu, shalat berjamaah juga menjadi budaya beberapa orang warga asrama.Diharapkan dengan beberapa upaya tersebut dapat menjadikan asrama ini menjadi asraa yang bersih, nyaman dan kondusif.

BAB III
PENUTUP

A.                SIMPULAN
Kebersihan lingkungan merupakan salah satu hal yang menunjang keberhasilan proses belajar. Kehidupan berasrama dapat kondusif jika warganya mampu menjaga kebersihan lingkungan, keharmonisan dan menciptakan susana religius.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kebersihan lingkungan adalah adanya kepengurusan, jadwal piket, mekanisme pengelolaan sampah, peran pemilik asrama dan kesadaran masing-masing individu. Jika semuanya telah terorganisir dengan baik insya Allah suasana nyaman dan kondusif pun akan terwujud.
B.                 SARAN
Berdasarkan observasi yang dilakukan, ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan :
1.      Pengelolaan lingkungan di asrama merupakan hal yang sangat penting, untuk menunjang keasrian asrama hendaknya asrama di penuhi dengan berbagai tanaman hias, selain berfungsi untuk menghasilkan oksigen, tanaman tersebut juga dapat memperindah asrama.
2.      Ventilasi ruangan harus diperhatikan, hal ini dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan memelihara kesehatan penduduk asrama
3.      Pencahayaan juga merupakan hal yang penting karena hal tersebut dapat menunjang prses belajar mahasiswa.











LAMPIRAN

Ruang Televisi

Lorong di depan kamar-kamar                                  tangga menuju tempat menjemur pakaian

Kamar mandi






Halaman asrama BHO Puteri






1 komentar: